Menyusun Langkah Awal PRA di Kabupaten Malaka

Upaya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) lintas batas di Pulau Timor kembali memasuki tahap penting. Melalui Proyek Timor Island Watersheds (TIWA), proses Participatory Rural Appraisal (PRA) akan segera dimulai di empat desa lokasi program di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, yaitu Desa Alas Utara, Kotabiru, Alas, dan Alas Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk memahami lebih dekat kondisi, tantangan, dan kebutuhan masyarakat di tingkat tapak sebagai dasar penyusunan rencana aksi komunitas yang lebih kontekstual dan partisipatif.

Sebelumnya, pada tahun 2025, tim Inovasi Tangguh Indonesia (InTI) telah melakukan pengambilan data dasar di delapan desa lokasi program TIWA  pada DAS Talau-Loes dan DAS Mota Masin. Data tersebut memberikan gambaran umum mengenai kondisi desa, mulai dari jumlah penduduk, mata pencaharian, ketersediaan air, hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Namun, data yang didapatkan dinilai belum cukup untuk menggambarkan secara mendalam akar permasalahan dan dinamika sosial yang terjadi di masing-masing desa. Karena itu, PRA dirancang sebagai pendekatan partisipatif untuk menggali pengalaman, pengetahuan lokal, serta prioritas masyarakat secara langsung.

Pelaksanaan PRA di Kabupaten Malaka dijadwalkan berlangsung pada 19–22 Mei 2026. Setiap desa akan menjalani dua kali proses atau pertemuan PRA guna memastikan proses penggalian informasi dilakukan secara lebih mendalam dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat tapak termasuk kelompok masyarakat rentan dan berisiko seperti lansia, perempuan, anak-anak muda, masyarakat adat dan orang dengan disabilitas.  PRA juga akan didukung   oleh 2 orang perwakilan Gugus Tugas Komunitas (GTK) dari tiap desa yang akan menjadi co-fasilitator untuk fasilitator dari InTI. Para co-fasilitator diharapkan mampu menjembatani proses diskusi partisipatif, membantu menggali persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memastikan suara semua kelompok masyarakat dapat terwakili.

Menjelang pelaksanaan PRA ini, InTI bersama para perwakilan GTK yang ditunjuk mengadakan Pertemuan Co Fasilitator GTK di Kantor Desa Alas pada Senin, 18 Mei 2026. Pertemuan yang difasilitasi oleh Welem Andi Tana dan Augustinna Tuty Indrawaty dari InTI difokuskan untuk melakukan penyegaran sekaligus meninjau kembali materi pelatihan PRA yang pada bulan April sebelumnya telah diberikan kepada para anggota GTK. Selain memperkuat pemahaman metode PRA, para co-fasilitator juga mempersiapkan kebutuhan teknis dan data yang akan digunakan selama proses penggalian informasi di desa masing-masing.

Adapun data atau informasi yang diharapkan dapat dihasilkan dari proses PRA di keempat desa di Kabupaten Malaka ini berupa data primer. Untuk data primer, para co-fasilitator kembali disegarkan tentang alat kajian PRA yang akan digunakan di lapangan, seperti jalan transek desa, pemetaan desa, sejarah dan risiko desa, kalender musim, pohon masalah, perengkingan dan scoring, hingga diagram venn kelembagaan.

Melalui rangkaian PRA ini, Proyek TIWA tidak hanya ingin mendapatkan  data yang dibutuhkan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam menentukan arah Pembangunan di desanya masing-masing. Harapannya, rekomendasi kegiatan yang nantinya disusun benar-benar lahir dari kebutuhan dan pengalaman warga, sekaligus mendukung pengelolaan DAS yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat di wilayah perbatasan. (InTI)

Share