Mengelola Konflik untuk Mengelola DAS Lintas Batas Negara
Kupang, 24 Juni 2026 — Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lintas Batas Negara tidak hanya berbicara tentang menjaga sumber daya air, hutan, atau lingkungan. Di balik bentang alam yang terhubung melintasi batas negara, terdapat berbagai komunitas di masyarakat dengan beragam kepentingan, kebutuhan, dan dinamika sosial yang perlu dipahami serta dikelola secara bersama. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Pelatihan Dasar Manajemen Konflik, Resolusi Konflik, dan Pembangunan Perdamaian bagi Kelompok Kerja Daerah Aliran Sungai Lintas Batas Negara (Pokja DAS LBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan oleh Inovasi Tangguh Indonesia (InTI) melalui Program Timor Island Watersheds (TIWA) di Kupang.
SelengkapnyaMelihat Akar Masalah: Pembelajaran PRA di Tohe dan Maumutin
Rangkaian Participatory Rural Appraisal (PRA) di Kabupaten Belu terus berlanjut setelah masyarakat Desa Baudaok dan Desa Asumanu terlibat dalam proses penggalian informasi dan analisis partisipatif, kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di Desa Tohe dan Desa Maumutin pada 4–5 Juni 2026. Meski sama-sama bertujuan menggali potensi dan persoalan desa, pengalaman yang muncul di kedua desa memiliki warna yang berbeda.
SelengkapnyaDari Mendengar ke Memahami: Pembelajaran Masyarakat dalam PRA di Asumanu dan Baudaok
Setelah pelaksanaan Participatory Rural Appraisal (PRA) di empat desa di Kabupaten Malaka, rangkaian kegiatan serupa berlanjut ke Kabupaten Belu. Pada 2–3 Juni 2026, masyarakat Desa Baudaok dan Desa Asumanu terlibat dalam proses kajian partisipatif untuk menggali kondisi desa, mengidentifikasi persoalan dan potensi yang dimiliki, serta mendokumentasikan pengalaman masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Meski menggunakan metode yang sama, pengalaman yang muncul di setiap desa memiliki cerita yang berbeda. Di Baudaok, hal yang paling banyak muncul adalah bagaimana proses PRA membantu masyarakat dan co-fasilitator mengenali persoalan serta potensi desa yang sebelumnya belum mereka lihat secara utuh. Sementara di Asumanu, pengalaman peserta lebih banyak diwarnai oleh tantangan dalam menggali informasi lapangan sekaligus membahas berbagai persoalan pertanian dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
SelengkapnyaDari Memetakan Konflik Menuju Mencari Solusi Bersama di DAS Mota Masin
Malaka, 12 Juni 2026 — Setelah memulai rangkaian pelatihan manajemen konflik bagi Kelompok Kerja Daerah Aliran Sungai Lintas Batas Negara (Pokja DAS LBN) di Kabupaten Belu, Proyek Timor Island Watersheds (TIWA) kembali melanjutkan proses penguatan kapasitas bagi para anggota Pokja DAS LBN di Kabupaten Malaka. Kali ini, anggota Pokja DAS LBN Kabupaten Malaka berkumpul untuk mendalami bagaimana konflik dapat dikenali, dipahami, dan dikelola dalam konteks pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) lintas batas Indonesia dan Timor-Leste di DAS Mota Masin.
Selengkapnya