Suara dari Daerah Aliran Sungai Lintas Batas Talau-Loes dan Mota Masin
Bentang alam DAS lintas batas Talau-Loes dan Mota Masin merupakan kawasan yang menghubungkan Indonesia dan Timor-Leste. Bagi masyarakat yang hidup di dalamnya, DAS yang sehat bukan hanya sebatas sumber air, tetapi juga penopang kehidupan, penghidupan, dan warisan bagi generasi mendatang.
SelengkapnyaMembangun Fondasi Pengelolaan DAS Lintas Batas Negara
Kupang, Nusa Tenggara Timur — Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak mengenal batas negara. Apa yang terjadi di kawasan hulu akan mempengaruhi kawasan di hilir, meski berada dalam daerah administrasi yang berbeda. Karena itu, pengelolaan DAS lintas batas wilayah atau negara tidak dapat dilakukan oleh satu sektor ataupun satu negara saja. Dibutuhkan tata kelola terpadu lintas sektor dan kolaborasi multi pihak yang mampu menyatukan berbagai kepentingan dalam satu arah yang sama.
SelengkapnyaMengelola Konflik untuk Mengelola DAS Lintas Batas Negara
Kupang, 24 Juni 2026 — Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lintas Batas Negara tidak hanya berbicara tentang menjaga sumber daya air, hutan, atau lingkungan. Di balik bentang alam yang terhubung melintasi batas negara, terdapat berbagai komunitas di masyarakat dengan beragam kepentingan, kebutuhan, dan dinamika sosial yang perlu dipahami serta dikelola secara bersama. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Pelatihan Dasar Manajemen Konflik, Resolusi Konflik, dan Pembangunan Perdamaian bagi Kelompok Kerja Daerah Aliran Sungai Lintas Batas Negara (Pokja DAS LBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan oleh Inovasi Tangguh Indonesia (InTI) melalui Program Timor Island Watersheds (TIWA) di Kupang.
SelengkapnyaMelihat Akar Masalah: Pembelajaran PRA di Tohe dan Maumutin
Rangkaian Participatory Rural Appraisal (PRA) di Kabupaten Belu terus berlanjut setelah masyarakat Desa Baudaok dan Desa Asumanu terlibat dalam proses penggalian informasi dan analisis partisipatif, kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di Desa Tohe dan Desa Maumutin pada 4–5 Juni 2026. Meski sama-sama bertujuan menggali potensi dan persoalan desa, pengalaman yang muncul di kedua desa memiliki warna yang berbeda.
Selengkapnya