Berbagi Pengalaman, Berbagi Pembelajaran
Yogyakarta, 14 Januari 2026 - Inovasi Tangguh Indonesia (InTI), KARINAKAS dan Caritas Jerman mengadakan kegiatan knowledge sharing sebagai ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran bersama. Pertemuan ini dirancang sebagai forum peningkatan kapasitas dan dialog yang setara, tempat masing-masing lembaga menengok kembali praktik yang telah dijalankan sekaligus merapikan cara menyampaikan cerita tentang kerja-kerja program secara lebih runtut dan mudah dipahami.
Diskusi diawali dengan refleksi atas hasil kegiatan program yang telah dilakukan. Peserta diskusi membahas perbedaan antara hasil yang langsung terlihat, perubahan yang mulai dirasakan oleh penerima manfaat program, hingga tujuan dan dampak jangka panjang yang ingin dicapai. Berbagai contoh pengalaman program diangkat dalam percakapan ini, termasuk pengalaman dari program kelanjutusiaan KARINAKAS dan Caritas Jerman, yang digunakan sebagai contoh untuk memperjelas keterkaitan antara aktivitas lapangan dan perubahan yang diharapkan.
“Kegiatan program merupakan terjemahan dari proposal yang menjadi alat strategis untuk menterjemahkan masalah menjadi solusi,” sambut Rm. Bernardus Himawan, Pr. Direktur KARINAKAS.
Kegiatan kemudian berlanjut pada pemahaman tentang bagaimana perubahan dapat terjadi melalui perspektif Teori Perubahan. Melalui diskusi tentang hubungan sebab–akibat, peserta diskusi bersama-sama mengurai langkah-langkah yang berada dalam kendali program dan perubahan yang dipengaruhi oleh faktor di luar kendali program yang biasa disebut sebagai hasil atau dampak program. Para peserta diskusi mendiskusikan cara menyusun alur cerita program secara sederhana dan logis, mulai dari “jika” sebuah kegiatan dilakukan, “maka” hasil langsung dapat terlihat, “sehingga” perubahan mulai terjadi, hingga “akhirnya” dampak yang lebih luas dapat diupayakan.
“Pendekatan ini membantu kita melihat program tidak sekadar sebagai daftar kegiatan, tetapi sebagai proses yang berkelanjutan dalam konteks dan dinamika tertentu bagaimana kegiatan menghasilkan sebuah perubahan yang diharapkan terjadi. Dengan begitu kita bisa menyederhanakan cara bercerita tentang program yang dilakukan,” kata Johan Rachmat Santosa, Technical Lead Project MITLTW/TIWA dari InTI.
Bagaimana teori perubahan digunakan untuk melihat kerangka logis program supaya menjadi lebih fleksibel tetapi tetap akuntabel menjadi topik diskusi juga. Dengan pemahaman lebih baik mengenai Teori Perubahan ini, pengalaman lapangan dirangkai oleh peserta diskusi menjadi narasi yang lebih hidup dan komunikatif.
Melalui knowledge sharing ini, InTI, KARINAKAS, dan Caritas Jerman menegaskan pentingnya belajar bersama sebagai bagian dari penguatan kolaborasi. Lebih dari sekadar penyusunan dokumen, proses ini menjadi upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar merefleksikan pengalaman, pembelajaran, dan arah kerja ke depan. (InTI)